IHSG melonjak 7% dalam dua hari, narasi Sell Indonesia berseliweran di media asing, dan dinamika sosial sedang menguji stabilitas nasional. Bagi investor local-minded, ini adalah sinyal untuk panik. Bagi Anda yang memiliki Global Mindset, ini adalah momen untuk memisahkan aset yang bernilai dari spekulasi yang rapuh. 1. Properti sebagai Hedging di Tengah Volatilitas Gejolak pasar […]
Dalam perjalanan karier saya—dari bertugas sebagai anggota Polda Jatim yang turun langsung ke pelosok desa hingga kini membangun bisnis properti—saya menemukan satu pola yang konsisten: kemajuan sebuah wilayah tidak pernah terlepas dari bagaimana masyarakatnya mengolah pikiran dan hati. Sering kali, muncul perdebatan mengenai local wisdom yang terjebak pada sekadar melestarikan tradisi tanpa upaya membangun. Namun,
Bagi investor atau pelaku bisnis, memilih lokasi properti bukan sekadar urusan preferensi, melainkan kalkulasi ekonomi yang presisi. Kota bukan sekadar kumpulan beton, melainkan mesin ekonomi yang mengakselerasi nilai. 1. Superioritas Yield dan Capital Gain: Bukan Sekadar Angka Perbedaan fundamental antara properti kota dan desa terletak pada likuiditas aset. Di kota, properti memiliki turnover penghuni yang
Pasar properti kita saat ini tumbuh sangat dinamis. Kehadiran para developer besar dengan inovasi promosi yang masif tentu menjadi motor penggerak industri yang luar biasa. Mereka tidak hanya membangun hunian, tetapi juga menetapkan standar baru dalam pemasaran yang menjangkau masyarakat luas. Namun, di balik megahnya proyek-proyek primary tersebut, ada sektor secondary—baik itu rumah, tanah, maupun
Pekan ini, ekonomi Indonesia mencatat dinamika yang intens. Kenaikan BI Rate menjadi 5,5%, fluktuasi IHSG yang bereaksi terhadap sentimen pasar global, hingga dialog strategis di DPR mengenai masa depan BUMN, semuanya menunjukkan satu benang merah: kebutuhan mendesak akan tata kelola yang lebih efisien dan transparan. Di tengah situasi ini, banyak pengamat ekonomi menyuarakan perlunya ketenangan
Oleh: Eko Hadi Kurniawan Ada sebuah anomali yang sangat mengusik nalar ketika kita membedah rapor ekonomi makro pada kuartal pertama tahun ini. Di satu sisi, sektor properti yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian tampak sedang kehabisan napas, namun di sudut yang lain, ada pergerakan modal yang diam-diam mencari pelabuhan baru. Berdasarkan Survei
Di kanal ini, kami tidak sekadar menyajikan berita. Kami membedah anatomi kebijakan ekonomi untuk memberikan perspektif bagi Anda pelaku properti, pengusaha, dan masyarakat yang peduli akan masa depan aset daerah. Ekonomi kita saat ini berada di persimpangan jalan yang sangat krusial. Dengan pertumbuhan PDB nasional yang tertahan di angka 5,61%, kita melihat pola yang sebenarnya
Oleh: Eko Hadi Kurniawan Investasi dengan yield 8% per tahun? Maaf, itu bukan investasi. Itu adalah cara halus untuk perlahan memiskinkan diri karena digerogoti inflasi. Banyak orang merasa aman ketika memarkir dana 1 Miliar mereka di instrumen pasif seperti saham blue-chip atau reksadana, lalu melihat angka di layar bertumbuh 8% setiap tahunnya. Secara nominal, uang
Oleh: Eko Hadi Kurniawan Sebuah kejutan besar baru saja diketuk dari Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) kemarin sore. Di tengah gejolak pasar global dan tekanan nilai tukar Rupiah yang sempat menyentuh angka Rp17.700 per Dolar AS, Bank Indonesia mengambil langkah agresif yang tidak diduga-duga: BI Rate resmi dinaikkan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi
Oleh: Eko Hadi Kurniawan Pendahuluan: Paradoks Hunian di Tengah Megapolitan Surabaya, sebagai episentrum ekonomi Jawa Timur, telah bertransformasi menjadi megapolitan yang padat. Dampak langsungnya adalah eskalasi harga tanah yang melampaui daya beli rata-rata pekerja kelas menengah. Fenomena ini menciptakan sebuah paradoks: banyak keluarga muda bekerja keras di pusat kota, namun terpaksa mengontrak seumur hidup atau