IHSG melonjak 7% dalam dua hari, narasi Sell Indonesia berseliweran di media asing, dan dinamika sosial sedang menguji stabilitas nasional. Bagi investor local-minded, ini adalah sinyal untuk panik. Bagi Anda yang memiliki Global Mindset, ini adalah momen untuk memisahkan aset yang bernilai dari spekulasi yang rapuh. 1. Properti sebagai Hedging di Tengah Volatilitas Gejolak pasar […]
Dalam perjalanan karier saya—dari bertugas sebagai anggota Polda Jatim yang turun langsung ke pelosok desa hingga kini membangun bisnis properti—saya menemukan satu pola yang konsisten: kemajuan sebuah wilayah tidak pernah terlepas dari bagaimana masyarakatnya mengolah pikiran dan hati. Sering kali, muncul perdebatan mengenai local wisdom yang terjebak pada sekadar melestarikan tradisi tanpa upaya membangun. Namun,
Pekan ini, ekonomi Indonesia mencatat dinamika yang intens. Kenaikan BI Rate menjadi 5,5%, fluktuasi IHSG yang bereaksi terhadap sentimen pasar global, hingga dialog strategis di DPR mengenai masa depan BUMN, semuanya menunjukkan satu benang merah: kebutuhan mendesak akan tata kelola yang lebih efisien dan transparan. Di tengah situasi ini, banyak pengamat ekonomi menyuarakan perlunya ketenangan
Setiap sore, di sepanjang jalur komuter yang menghubungkan kawasan Menganti menuju pusat-pusat ekonomi di Surabaya, kita disuhuhi pemandangan yang sama: ribuan pekerja kelas menengah berjejal di atas aspal. Wajah-wajah lelah yang baru saja menuntaskan rutinitas 9-to-5 demi memastikan satu hal: cicilan rumah tipe 36 dengan luas tanah 72 meter persegi di pinggiran kota tetap aman
Oleh: Eko Hadi Kurniawan Ada sebuah anomali yang sangat mengusik nalar ketika kita membedah rapor ekonomi makro pada kuartal pertama tahun ini. Di satu sisi, sektor properti yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian tampak sedang kehabisan napas, namun di sudut yang lain, ada pergerakan modal yang diam-diam mencari pelabuhan baru. Berdasarkan Survei
Oleh: Eko Hadi Kurniawan Sebuah kejutan besar baru saja diketuk dari Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) kemarin sore. Di tengah gejolak pasar global dan tekanan nilai tukar Rupiah yang sempat menyentuh angka Rp17.700 per Dolar AS, Bank Indonesia mengambil langkah agresif yang tidak diduga-duga: BI Rate resmi dinaikkan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi